Archive for » January, 2010 «

Menunggu

Suatu ketika terdapat seorang anak laki-laki. Wajahnya tampak murung memikirkan sesuatu. Sungguh wajah yang benar-benar penuh pikiran. Ia sedang berkelana mencari sesuatu yang ditunggunya yang tak kunjung datang. Menurutnya menunggu sesuatu itu merupakan suatu hal yang percuma dan bodoh. Oleh karena itu ia pun mulai berjalan menelusuri tempat-tempat yang ada.

Di satu kota ia bertemu dengan seorang pria kekar berjaket kulit cokelat panjang dan berkacamata hitam. Anak laki-laki itu bertanya kepada sang pria.

“Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang kau inginkan?” tanyanya.
Sang pria menjawab, “ya, saya pernah dan kini sesuatu itu sudah menjadi bagian dari hidup saya.”
“Bagaimana kau mendapatkannya?” tanya anak laki-laki itu sekali lagi.
“Begitu saja, tak ada sesuatu, hanya membiarkannya mengalir begitu saja, ” jawab si pria.

Anak laki-laki itu pergi dan menuju ke tempat lain. Dan disitu ia bertemu dengan sekelompok wanita. Mereka sedang bersendagurau bersama-sama. Wanita-wanita itu nampak seperti orang-orang yang gaul. Dengan sopan, anak laki-laki itu menyapa, “Permisi nona-nona..”

Wanita-wanita itu tidak menghiraukannya, tapi salah satu dari para wanita itu membalasnya, “ya, ada apa?”
“Aku hanya ingin bertanya, tapi mungkin mengganggu kalian, maaf, mungkin sebaiknya aku tidak bertanya.”
“Ya, kau memng mengganggu, tidak bisakah kau lihat kami sedang bersenang-senang?!” sahut wanita yang lainnya.
“Maaf kalau begitu, aku permisi dulu, ” jawab anak laki-laki itu. Dan ia pun beranjak meninggalkan wanita-wanita itu.
“Kau sungguh keterlaluan, ” kata wanita yang pertama kali menjawab si anak laki-laki itu.
“Sudahlah tak usah kau pikirkan, ” sambung yang lainnya.

Anak laki-laki itu berjalan dan berjalan. Selanjutnya ia duduk di tepi kolam. Ia meratapi nasibnya yang tak kunjung menemukan sesuatu yang dicarinya. Hari pun hujan, ia tetap duduk termenung di pinggir kolam tersebut. Tiba-tiba datang seorang pria tua paruh baya.

“Anak muda, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya.
“Tidak ada, pak, saya hanya bingung akan yang saya tunggu, entah mengapa dtak kunjung bertemu, ” jawab anak laki-laki itu.

“Pasti yang kau maksud itu adalah cinta. Begini anak muda, melihatmu daritadi, aku merasa kalau kau adalah anak yang baik. Solusi yang perlu kau lakukan adalah banyak tersenyum, memang tidak harus selalu tersenyum, tapi setidaknya harus kau ketahui bahwa senyuman adalah sesuatu yang menghubungkan kedua orang untuk menjadi lebih dekat. Selain itu ada baiknya kau tidak perlu menunggu dan terfokus pada satu hal saja. Sebaiknya kau biarkan ini mengalir begitu saja. Pastilah suatu saat ia akan datang padamu dan menerimamu dengan setulus hati.”

-budzy-

  • Calendar

    January 2010
    M T W T F S S
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Categories